BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mungkin
kita pernah mendengar tentang kejayaan islam yang dulu pernah menguasai dunia
di dalam sejarah, apa yang menjadi kekuatan saat itu sehingga islam mampu
menguasai dunia, salah satu dari kekuatannya adalah persaudaran.
Dalam
ajaran islam persudaraan sangatlah penting, banyak sekali pengarauh yang di
timbulkan dari persaudaraan ini, mungkin salah satunya adalah membentuk suatu
lingkungan masyarakat yang aman, yaman serta damai di dalam kehidupan, dengan
demikian, jika sudah terbentuk suatu lingkungan serperti itu, maka akan timbul
rasa kasih sayang di antara individu-individunya sehingga akan terbentuk suatu
persatuan yang sangat kokoh, maka inilah salah satu kekuatan kejayaan islam.
Bagaimana
untuk menghidupkan kembali kekuatan tersebut di jaman sekarang, karena sudah
sangat jarang sekali nilai-nilai persaudaraan di jaman sekarang ini, apalagi
untuk bersatu atas dasar kasih sayang sangat sangatlah sulit.
1.2
Rumusan Masalah
Pertanyaan
dasar yang merupakan perumusah masalah dari penulisan makalah ini yaitu :
a. Bagaimana
cara membangun masyarakat yang salih ?
b. Bagaimana
tanda-tanda dari masyarakat salih itu ?
1.3
Tujuan Makalah
Dalam
setiap penulisan makalah, tentu mempunyai tujuan yang hendak di capai, yaitu kami
sebagai penyusun dapat mengenal lebih jauh mengenai :
1. Cara membangun masyarakat yang salih serta
2. Mengetahui tanda-tanda dari masyarakat yang
salih itu
1.4
Metode Penulisan
Penyusunan
makalah ini menggunkan metode :
Metode
studi pustaka yaitu metode penulisan yang di pergunakan dalam penelitian
perpustakaan murni dengan mengumpulkan data-data dari bahan pustaka yang
relevan dengan bahan penelitian.
1.5
Manfaat Penulisan
Kami
menyususn makalah ini dengan judul ” Membangun Masyarakat Yang Salih “ memilki
manfaat di antaranya bagi penulis dan pembaca pada umunya.
1.6
Sistem matika penulisan
Sistem
matika penulisan makalah ini terdiri dari 4 BAB seperti di bawah ini :
BAB
I yaitu : Pendahuluan yang meliputi latar belakang, perumusan masalah,
Tujuan makalah, Metode penulisan, Manfaat
penulisan dan System matika penulisan.
BAB
II yaitu : Landasan teori yang meliputi definisi masyarakat dan definisi aqidah
BAB
III yaitu : Pembahasan yang meliputi Bagaimana cara membangun masyarakat salih
serta Bagaimana tanda-tanda masyarakat salih.
BAB
IV yaitu : Simpulan dan Rekomendasi
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 Definisi Masyarakat
Masyarakat
(sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen
(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk
mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut
Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah
masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat
sering diorganisasikan berdasarkan
cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu
sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu,
masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam,
dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar
menganggap masyarakat industri
dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat
agrikultural tradisional.
Masyarakat
dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band,
suku,
chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata
society berasal dari bahasa latin,
societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas
diturunkan dari kata socius yang berarti teman,
sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit,
kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan
kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
2.2
Definisi Aqidah
Dalam
bahasa Arab akidah berasal dari kata al-'aqdu (الْعَقْدُ) yang berarti ikatan,
at-tautsiiqu (التَّوْثِيْقُ) yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat,
al-ihkaamu (اْلإِحْكَامُ) yang artinya mengokohkan (menetapkan), dan ar-rabthu
biquw-wah (الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ) yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan
menurut istilah (terminologi): 'akidah adalah iman
yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang
meyakininya.
Jadi,
Akidah Islamiyyah
adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah dengan segala
pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan taat kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-malaikat-Nya,
Rasul-rasul-Nya,
Kitab-kitab-Nya,
hari
Akhir, takdir baik dan buruk dan mengimani seluruh
apa-apa yang telah shahih tentang prinsip-prinsip Agama (Ushuluddin),
perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma'
(konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath'i (pasti),
baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut
Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahih serta ijma' Salaf as-Shalih.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Cara Membangun Masyarakat Yang Salih
Membangun suatu masyarakat yang salih yaitu ada 3
hal yang menguatkan pembangunan ini di antaranya adalah :
3.1.1 Berkumpul Atas
Dasar Aqidah
Ini
sangatlah penting sekali untuk membangun suatu masyarakat yang salih, seperti
yang telah di uraikan di bab sebelumnya bahwa aqidah adalah suatu keyakinan
yang di pegang seseorang tanpa ada keraguan sedikit pun terhadap apa yang di
yakininya, hal ini menjadi modal penting dalam membentuk suatu masyarakat yang
salih, karena jika di setiap individunya sudah memiliki keyakinan yang mantap
kepada allah swt maka kehidupan nya akan selalu damai baik bagi dirinya sendiri
dan juga terhadap sesamanya, namun keyakinan yang mantap itu seperti apa, rajin
dzikir kah, salat, zakat atau puas kah, ?
Semua
itu memanglah baik, dan memliki dampak terhadap pengembangan keimanan kita dari
ibadah-ibadah tersebut, dan yang lebih baik adalah mendapatkan ilmu dan bertemu
dengan faktanya, maksud nya dapat mengaplikasikan ilmu agamanya di dalam
kehidupannya, seperti seseorang yang ingin membuktikan bahwa rizki itu memang
benar-benar sudah di tetapkan dan tanpa di ikhtiar pun tetap akan datang, yaitu
seorang laki-laki yang berdiam diri di suatu goa tanpa memiliki perbekalan
apapun di berdiam tanpa melakukan aktivitas apapun kecuali solat, setelah 3
hari lama nya si pria itu masih terdiam dengan lemasnya menanti pembuktian
terhadap apa yang di yakininya, tak lama kemudian si pria itu terbaling
kelelahan karena saking lapar dan hausnya berdiam diri di dalam gua, tak lama
kemudian datang seorang pengembara yang melintas di depan gua itu dan melihat
ke dalam gua terdapat seorang pemuda yang kelelahan dan dia pun segera memasuki
dan menghampiri si pemuda itu lantas memberikan setetes air dari tongkatnya
yang telah di celupkan kedalam air persediaannya.
Seperti
itu lah maksud keyakinan yang mantap itu, keyakinan yang benar-benar tidak dapat tergoyahkan lagi oleh hal apapun.
3.1.2 Penghargaan Amal Salih
Seperti
firman allah swt dalam QS :
“
Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan
menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
”
Hubungan
antara ayat ini dengan pembahasan makalah adalah kita lihat firman allah swt
yang artinaya bahwa kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
mengerjakan amalan dengan baik, maksud nya allah bayar amalan baik seseorang
dengan pahala, menurut pemahaman kami allah benar-benar sangat adil bahkan
sangat peduli terhadap mahluknya, tidak ada yang luput dari pandangannya, terhadap siapa saja yang melakukan kebaikan, allah ganjar dengan pahala yang setimpal siapa
pun orangnya, mau pemabuk,pezina,ahli dzikir, dll.
Kaitannya
dengan membangun masyarakat yang salih adalah kita sebagai mahluk yang pandai
menghargai atau kita sanjung orang yang berbuat amal baik itu, tujuan nya agar
orang tersebut ada keingin lagi untuk melakukan amal baik itu, allah swt saja
mereward mahluk nya dengan pahala bahkan surga allah kasih, masa kita sebagai
mahluk nya tidak bisa, akan alangkah lebih baik nya jika kita mengikuti orang
yang kita reward itu.
Belum ada tanggapan untuk "Membangun Masyarakat Shalih"
Post a Comment